Mengatasi Biaya Rumah Sakit Mahal dengan FWD Sprint Health

Biaya Rumah Sakit dari tahun ke tahun selalu bertambah mahal, sementara kita tidak pernah tahu kapan yang namanya penyakit itu datang. Seringkali penyakit itu datang saat kita tidak siap dengan dana yang harusnya ada. Oleh sebab itu kita perlu solusi untuk mengatasinya.

Sumber : Customer Service semua RS thn 2017

Kita lihat bagaimana mahalnya biaya rumah sakit. Dan sementara mereka umumnya meminta DP buat masuk ke perawatan. Bagaimana kalau kita tidak siap dengan biaya perawatan yang diminta.

Belum lagi biaya-biaya yang dibutuhkan ketika-kita harus mendapat tindakan operasi. Banyak tindakan operasi yang harganya sangat mahal.

Bayangkan, berapa besar biaya yang harus disiapkan apabila kita terkena sakit-sakit seperti di atas. Tentunya akan membuat kita merogoh kantong lebih dalam lagi. Ini kalau kita siap dengan uangnya, bagaimana kalau tidak. Mungkin akan pinjam, atau jual aset bahkan kalau kita cukup terkenal mungkin bisa minta sumbangan kemana-mana, tapi apakah semua ini mudah?

Untuk itu perlu ada solusi untuk mengatasinya, dan solusi yang paling murah dan mudah adalah dengan asuransi kesehatan.

Sebuah Asuransi dengan tawaran yang menarik adalah FWD Sprint Health, karena asuransi ini memiliki keuntungan sebagai berikut :

  1. Melindungi semua hobi resiko tinggi.
  2. Melindungi semua jenis olahraga.
  3. Dalam satu polis bisa buat 10 anggota
  4. Dilengkapi dengan santunan harian (Bisa kombinasi dengan BPJS). Setelah pulang bisa klaim untuk mendapat uang harian selama dirawat.
  5. Menggunakan sistem As Charge (Mengganti sesuai tagihan) – Selama menggunakan harga kamar yang sesuai
  6. Memiliki pengecualian yang sedikit (Hanya 13 pengecualian)
  7. Melindungi Pilot/penumpang No-Schedule Flight dan Awak Kapal
  8. Apabila terjadi percobaan bunuh diri dan gagal, dapat menanggung biaya pengobatannya (Polis sudah berjalan 12 bulan)
  9. Apabila kamar dengan kelas yang kita ambil penuh, maka kita bisa naik satu kelas di atas maksimal 3 hari secara GRATIS (Tidak perlu bayar selisih kamar).
  10. Kartu menggunakan sistem Swipe (Gesek)
  11. Mendapat hadiah aplikasi discount FWD Max (Informasi lebih jelas klik di SINI).
  12. Memiliki Hotline 24 jam
  13. Memiliki layanan Whatsapp 24 jam
  14. Dilengkapi dengan Perlindungan Penyakit Kritis

Untuk informasi detil bisa klik di SINI. 

Bayangkan ketika kita mengalami sakit yang harus dirawat, setelah kita menentukan RS rekanan FWD, kita tinggal datang dan tunjukkan kartu langsung kita bisa masuk dan mendapat bantuan secepatnya.

Program ini pun dilengkapi perlindungan penyakit kritis, dimana apabila terjadi resiko penyakit kritis, maka selain keluar sejumlah dana (Uang Pertanggungan Penyakit Kritis) juga akan membebaskan kewajiban membayar premi.

Kelebihan lain dari program ini adalah bisa buat satu keluarga, dan dengan Family Waiver program ini menjadi semakin menarik, karena apabila tertanggung utama (Suami) meninggal dunia, maka pemegang polis otomatis berpindah ke tertanggung tambahan (istri), sehingga perlindungan tetap berjalan tanpa perlu membayar lagi.

Mau Ilustrasi silahkan hubungi 08161963144, atau isi form dibawah ini :

 

 

Ditulis pada Asuransi Kesehatan | Tag , , | Tinggalkan komentar

Jenis-jenis Asuransi Jiwa

Sebetulnya Asuransi Jiwa banyak jenisnya, hanya saat ini memang yang sedang naik daun hanya satu jenis asuransi jiwa saja. Untuk itu disini kita coba membahas jenis Asuransi yang lainnya, supaya kita nggak salah dalam memilih asuransi.

1. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance)

Asuransi Jiwa Berjangka nama lainnya adalah Term Life Insurance juga suka disebut sebagai asuransi jiwa kematian, merupakan dasar dari semua asuransi jiwa. Program ini memberi perlindungan Uang Pertanggungan dalam jangka waktu tertentu tanpa ada pengembalian baik bentuk tabungan atau investasi.

Ciri-ciri yang menyolok dari program ini adalah premi yang sangat murah, karena isinya hanya mengandung mortalita dan biaya saja serta tidak ada pengembalian apapun apabila kontrak selesai.

Baca juga : Pengertian Asuransi Jiwa dan Contohnya

Produk ini ada beberapa jenis di pasaran, yaitu :

  1. Uang Pertanggungan Tetap Premi menaik (Biasa sebagai tambahan Produk Unit Link)
  2. Uang Pertanggungan Turun Premi tetap (Biasa sebagai perlindungan Kredit)
  3. Uang Pertanggungan Tetap dan Premi Tetap (Biasa untuk perlindungan penghasilan)
Jika Anda memilih asuransi jiwa ini, beberapa keuntungannya adalah:
  • Anda sebagai pemegang polis mendapatkan kebebasan dalam menentukan besarnya premi sesuai dengan kemampuan Anda.
  • Uang pertanggungan yang bisa Anda peroleh sebagai pemegang polis bisa mencapai angka miliaran rupiah. Artinya, jika tertanggung meninggal dunia saat masa kontrak masih aktif, maka keluarga tertanggung akan mendapatkan uang pertanggungan yang cukup besar.

Sementara itu kekurangan dari asuransi jiwa jenis ini adalah:

  • Tertanggung bisa kehilangan uang premi yang sudah dibayarkan atau premi hangus begitu kontrak selesai apabila tidak mengalami masalah kesehatan maupun meninggal dunia hingga masa kontrak selesai tersebut.
  • Apabila terjadi lupa bayar, polis bisa langsung putus dan untuk menghidupkannya lagi bisa diminta melakukan Medical Check Up atau bahkan ditolak.

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance)
Asuransi Jiwa Seumur Hidup atau biasa disebut Whole Life Insurance, adalah sebuah produk asuransi yang bertujuan untuk perlindungan seumur hidup, tetapi Pemegang Polis tidak mau kehilangan premi yang dia setorkan, karena Uang Pertanggungan bisa dia dapatkan pada akhir kontrak yang bisa mencapai usia 100 tahun.

Perlindungan yang sangat panjang ini membuat premi menjadi tidak terlalu mahal, jadi dari sisi harga produk ini sedikit diatas produk Term Life.

Produk ini di Indonesia sudah sangat jarang dijual, sehingga cukup sulit mencarinya. Orang yang cocok memiliki produk ini adalah orang yang membutuhkan perlindungan besar tetapi ingin uang yang dia bayarkan kembali, walaupun tidak perlu untung.

Keuntungan dari asuransi jiwa jenis ini adalah:

  • Pemegang polis dimungkinkan untuk mendapatkan nilai tunai dari premi yang sudah dibayarkan.
  • Apabila Anda sebagai tertanggung tidak dapat membayar angsuran premi secara berkala, Anda bisa menggunakan nilai tunai dari premi yang sudah dibayar untuk membayar premi selanjutnya.
  • Premi asuransi yang sudah Anda bayarkan tidak akan hangus jika tidak ada klaim.
  • Saat kontrak berakhir, uang pertanggungan akan diberikan seluruhnya.

Sementara itu kekurangannya adalah:

  • Preminya lebih besar ketimbang premi asuransi jiwa berjangka, bahkan bisa mencapai lebih dari dua kali lipatnya. Alasan dari premi yang tinggi ini adalah karena angka harapan hidup masyarakat Indonesia hanya 65 tahun untuk laki-laki dan 70 tahun untuk perempuan, sehingga kemungkinan klaim asuransi sebelum masa proteksi berakhir lebih tinggi.
  • Nilai tunai dari total premi yang sudah dibayarkan tidak terlalu besar karena bunga untuk asuransi ini biasanya hanya sebesar 4% per tahun, dan angka ini belum dipotong pajak.

3. Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment Insurance)
Asuransi Jiwa Dwiguna seringkali disebut Endowment Insurance, sesuai dengan namanya produk ini memiliki dua manfaat yaitu untuk tabungan dan perlindungan. Jadi pada produk ini pemegang polis bisa mendapatkan Nilai Tunai pada waktu tertentu atau akan mendapatkan Uang Pertanggungan apabila terjadi resiko meninggal dunia pada tertanggung utama.

Produk ini biasanya digunakan untuk perencanaan pendidikan anak atau untuk dana pensiun, Karena jangka waktunya yang relatif lebih pendek dari asuransi Whole Life.

Keuntungan dari asuransi jiwa jenis ini adalah:

  • Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Anda bisa mengklaim polis asuransi jiwa ini sebelum masa kontrak berakhir, misalnya untuk dana pendidikan anak Anda. Namun penarikan dana ini hanya bisa dilakukan sekali dalam jangka waktu beberapa tahun sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat.
  • Jika misalnya Anda sebagai tertanggung masih hidup saat jangka waktu berakhir, Anda akan mendapatkan seluruh uang pertanggungan.

Sementara itu kekurangannya adalah:

  • Karena jenis asuransi jiwa ini memiliki dua manfaat, yang seperti menggabungkan manfaat asuransi jiwa berjangka dengan asuransi jiwa seumur  hidup, jadi preminya cukup besar, bisa mencapai jutaan rupiah per bulannya.

4. Asuransi Jiwa Unit Link
Asuransi Jiwa Unit Link adalah produk terbaru dari Asuransi Jiwa, di Indonesia sendiri baru masuk sekitar tahun 1998. Produk ini menggabungkan keunggulan Asuransi lewat Term Life dengan Reksadana dari sisi investasinya. Jadi produk ini adalah gabungan antara asuransi dan investasi.

Keuntungan dari asuransi jiwa jenis ini adalah:

  • Anda sebagai pemegang polis tidak hanya mendapatkan jaminan perlindungan saja melainkan juga imbal hasil investasi dengan bunga yang cukup tinggi setiap tahunnya.
  • Produk sangat fleksibel, bisa diambil kapan saja, bisa rubah-rubah Uang Pertanggungan kapan saja, bisa di atur waktu pembayarannya dan lain-lain.
  • Meliki Rider (Asuransi Tambahan) yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan, bahkan bisa dilepas apabila sudah tidak membutuhkan.

Sementara kerugiannya adalah:

  • Imbal balik dari investasinya kurang signifikan jika dibandingkan dengan investasi murni seperti saham, pasar uang, atau reksadana. Jika Anda mencari keuntungan yang besar dari investasi, Anda sebaiknya tidak mengandalkan asuransi jiwa unit link.
  • Uang pertanggungan yang akan diperoleh tergolong rendah, terutama jika investasinya gagal atau hanya menghasilkan keuntungan yang kecil.

Jadi inilah jenis-jenis asuransi yang banyak dipasaran saat ini. Mudah-mudahan dapat memberikan tambahan Pengertian Asuransi Jiwa dan Contohnya. Apabila membutuhkan bantuan, silahkan klik di SINI

Ditulis pada Asuransi | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Jenis-jenis Asuransi Unit Link Dilihat Dari Biaya Akuisisinya

Asuransi Unit Link sangat digemari oleh masyarakat saat ini, karena produknya yang sangat fleksibel membuat orang dapat cepat jatuh cinta dengan produk ini. Tetapi dengan kurangnya informasi, membuat banyak orang yang malah merasa tertipu telah membeli produk ini. Salah satu yang kurang diperhatikan adalah varian-variannya yang membuat produknya menjadi semakin menarik. Artikel ini akan membahas beberapa jenis Unit Link yang ada di pasar.

Sebelum kita masuk ke pokok penjalasan, perlu dijelaskan disini apa itu unit link. Unit Link adalah suatu program yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi, dimana program ini mengkombinasikan antara Proteksi dan Investasi. Produk ini sangat fleksibel dimana nasabah bisa memilih pilihan investasi sendiri, berapa lama waktu bayarnya, berapa preminya, dan manfaat apa saja yang diambil.

Di pasar yang ada di Indonesia ada 2 macam Produk Unit link, yaitu :

  1. Konvensional
  2. Syariah

Tetapi dalam artikel ini kita tidak membahas 2 macam jenis itu, yang kita bahas adalah masalah biaya yang dikenakan pada unit link.

Sementara dari sisi biaya ada 3 jenis produk unit link, yaitu :

1.Front End Loading

Jenis ini adalah generasi pertama dari Unit Link. Ciri-cirinya adalah tahun pertama biasanya Nilai Investasinya masih kecil bahkan bisa tidak ada sama sekali. Atau biasa dikatakan biaya akuisisinya 100%. Biasanya agen untuk membuat produk ini menarik mengkombinasikannya dengan top up regular, jadi terlihat bahwa investasinya sudah ada sejak tahun-tahun aswal.

Baca juga : FWD SPrint Link Plus

Ciri-ciri lain jenis ini adalah pengambilan sebagian investasi dari tahun-tahun awal tidak dikenakan biaya. Selain biaya akuisisi biasanya dikenakan biaya asuransi dan biaya Administrasi saja.

2.Back End Loading

Jenis ini lebih sering dijual oleh perbankan, walaupun sekarang beberapa perusahaan menjualnya melalui Agency juga. Ciri-ciri dari jenis ini adalah Investasinya sudah langsung 100% dari tahun pertama, jadi tidak ada biaya akuisisi.

Baca juga : FWD Bebas Optimal

Biaya akuisisi diganti oleh biaya yang lebih kecil yaitu biaya pemeliharaan, yang biasanya dikenakan selama 6 tahun dan bertambah kecil. Ciri-ciri lain jenis ini adalah adanya biaya penarikan pada 6 tahun pertama, ini dimaksudkan supaya tidak ada penarikan di awal-awal polis berjalan.

3.Hybrid Loading

Sesuai dengan namanya, jenis ini mengkombinasikan antara Front End Loading dan Back End Loading, sehingga biaya akuisisinya ada di posisi menengah, biasanya hanya tahun pertama dan kedua.

Baca juga : FWD Bebas Ikhtiar

Disini juga dikenal dengan biaya pemeliharaan dan biaya withdrawal sampai tahun ke 6 seperti pada Back End Loading.

Demikianlah pelajaran kita kali ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Ditulis pada Asuransi | Tag , , | Tinggalkan komentar

Kesalahan Pengguna Asuransi Yang biasa Terjadi

Kita dituntut untuk untuk menjadi pribadi yang lebih cerdas dalam mensiasati segala tantangan yang datang. Dampak kerugian yang harus dibuat seminim mungkin supaya kita selalu dapat terus maju. Sayangnya banyak orang yang tidak memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola hidupnya. Begitu juga dalam penggunaan asuransi, yang sudah mahal-mahal dibeli ternyata seringkali malah tidak ada fungsinya sama sekali.

Fungsi Penting Asuransi

Fungsi penting asuransi adalah menjamin dan melindungi aset yang diasuransikan baik itu kesehatan, jiwa nasabah, maupun aset yang dimiliki nasabah. Fungsi penting ini bisa menjadi tidak berarti ketika ternyata kita salah dalam memilih produk. Sehingga sangat penting bagi kita untuk mengetahui kesalahan-kesalahan apa yang umumnya terjadi dalam membeli polis-polis.

Kesalahan Dalam Memilih Asuransi

Saat ini asuransi sudah banyak orang yang menggunakan apalagi setelah munculnya BPJS sebagai perlindungan kesehatan dan ketenagakerjaan, apalagi dengan premi yang sangat rendah. Seringkali orang ingin memiliki perlindungan tambahan selain BPJS karena merasa masih kurang perlindungannya. Tetapi seringkali keputusan itu malah menjadi sebuah kesalahan fatal. Apa saja kesalahan dalam ber asuransi yang sering terjadi di masyarakat? Ayo kita simak dan jadikan hal ini sebagai pedoman untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

1. Kasihan Dengan Agen Yang Menawarkan

Bisa dikatakan bahwa untuk mendapatkan nasabah, terutama bagi perusahaan swasta bukanlah sebuah perkara yang mudah. Kemungkinan yang muncul akibat sulitnya mendapatkan nasabah ini bisa jadi pengetahuan nasabah yang kurang mengenai pentingnya asuransi atau juga bisa karena premi yang cukup tinggi sehingga membuat nasabah berpikir untuk menunda mendaftarkan dirinya sebagai nasabah. Kesulitan dalam menarik perhatian masyarakat agar menjadi nasabah asuransi terkadang cukup membuat para agen menjadi pekerja dengan imej membutuhkan belas kasihan. Pada akhirnya, calon nasabah tidak jarang ada yang mendaftarkan diri sebagai nasabah hanya karena kasihan terhadap agen promosinya yang mungkin bisa jadi orang terdekat seperti keluarga dan tetangga.

Tetapi sadarkah Anda bila dengan sikap ini Anda bisa saja mendapatkan perlindungan yang salah dan tidak sesuai? Belum lagi jika premi yang harus Anda bayar per bulan relatif tinggi. Masih terdapat masalah mengenai aturan dan kebijakan yang ditetapkan perusahaan asuransi, misalnya mengenai pengajuan klaim, yang berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lain.

2. Tidak Mengetahui Manfaat  yang Dipilih

Poin 2 ini mungkin menjadi poin yang cukup memprihatinkan namun kerap terjadi. Tidak jarang masyarakat terdaftar sebagai anggota atau nasabah asuransi tertentu dengan pikiran mendapatkan proteksi dan jaminan terhadap dirinya selaku pemegang polis. Nyatanya, tidak semua jenis asuransi memberikan manfaat yang sama, meski terkadang beberapa jenis bergabung menjadi satu paket dengan jenis asuransi yang lain.

Misalnya Anda membeli program pendidikan untuk kepentingan edukasi buah hati. Yang Anda tahu program tersebut hanya memprioritaskan proteksi terhadap kebutuhan pendidikan anak. Anda mungkin tidak tahu bahwa dalam asuransi tersebut terdapat fasilitas lain misalnya asuransi kesehatan anak yang akan berpengaruh terhadap premi yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Bisa jadi pada saat yang bersamaan, Anda sudah memiliki BPJS Kesehatan atas nama anak Anda dan merasa cukup dengan asuransi pemerintah tersebut. Alhasil, fasilitas kesehatan pada asuransi pendidikan dari perusahaan asuransi swasta tadi sia-sia.

3. Tidak Ada yang Tahu Anda Memiliki Asuransi

Ketika Anda tidak memberi tahu kepada orang-orang terdekat Anda bahwa Anda memiliki polis, efeknya akan sama saja ketika Anda tidak memiliki proteksi. Maksudnya, ketika terjadi apa-apa dengan Anda yang biayanya bisa tertanggung dari klaim yang Anda ajukan kepada perusahaan tempat Anda mendaftarkan diri sebagai nasabah, keluarga Anda tidak akan mengajukan klaim dan berusaha menutupi semua tagihan sendiri. Padahal mungkin nominal klaim yang bisa Anda dapatkan sangat cukup untuk membiayai kebutuhan Anda saat itu juga. Dan juga pengurusannya lebih cepat karena telah ada kerja sama antara perusahaan asuransi dengan beberapa instansi seperti rumah sakit.

Membiarkan keluarga atau kolega Anda tidak mengetahui bahwa Anda memiliki polis juga akan memberatkan mereka yang akan mengurus segala keperluan Anda yang sebenarnya sudah Anda persiapkan, hanya tinggal persoalan siapa tenaga yang akan mengurusnya.

4. Tidak Melakukan Evaluasi Bersama dengan Agen Anda

Sebelum memilih berinvestasi emas, ada baiknya Anda mempelajari lebih dulu apa saja keuntungan dan kelebihan yang mungkin timbul. Berikut penjelasannya. Sebelum memilih berinvestasi emas, ada baiknya Anda mempelajari lebih dulu apa saja keuntungan dan kelebihan yang mungkin timbul. Berikut penjelasannya.

Jalinlah komunikasi yang baik dengan agen Anda. Ini akan membantu Anda untuk mendapatkan berita terbaru mengenai produk Anda dan Anda bisa melakukan penyesuaian terhadap produk yang tujuannya adalah memberikan proteksi. Jangan sampai Anda membuang uang untuk hal yang tidak Anda ketahui manfaatnya dan tidak bisa melakukan klaim akibat adanya perubahan kebijakan dalam polis Anda.

5. Tidak Mengetahui Perbedaan Antara Proteksi dan Investasi

Kebanyakan masyarakat kita tidak bisa membedakan antara proteksi dan investasi. Keduanya dianggap sama karena proteksi dianggap sebagai salah satu bentuk penggandaan uang dengan manfaat lebih yaitu memberikan proteksi sesuai dengan kebutuhan Anda. Perbedaan yang pasti antara proteksi dan investasi adalah tujuan keduanya. Asuransi menjamin dan memberikan proteksi terhadap diri, jiwa, atau aset yang diasuransikan dengan membayar sejumlah premi dalam tenggang waktu tertentu.

Sementara investasi merupakan sebuah kegiatan penanaman modal yang bertujuan mendapatkan keuntungan di masa mendatang. Memang pada akhirnya akan bisa diklaim namun ini kurang pas bila dikatakan sama dengan investasi, karena asuransi menjamin dan memberikan proteksi terhadap yang diasuransikan. Berbeda dengan investasi yang tidak menjamin dan memberikan proteksi, bahkan rentan menjadi objek yang terkena imbas dari suatu kejadian tak terduga.

Pentingnya Berasuransi

Mungkin ini adalah kesalahan terburuk dalam dunia asuransi. Anda tidak memberikan jaminan proteksi terhadap diri Anda, keluarga, maupun aset yang Anda miliki, sehingga rentan untuk terkena efek-efek yang mungkin merugikan Anda seperti kecelakan dan lain-lain. Untuk itu penting sekali Anda berasuransi dari sekarang, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak terduga di masa yang akan datang.

Sumber : Cermati

Ditulis pada Asuransi | Tag , | Tinggalkan komentar

Dibilang YANG UTAMA Tapi KEBALIKANNYA

FWDBeda

Pernah di PHP in sama pacar?

Yuk curhat di @fwdlife_id gunakan #PilihYangBeda #FWDBeda,

ada hadiah voucher MAP senilai @Rp.200.000 bagi komen yang terpilih!

Dan  jangan lupa capture komen kamu dan kirim ke TrailBlazer.ID@FWD.com ya!

Ditulis pada Berita FWD | Tinggalkan komentar

Manfaat Kesehatan dari Kopi

Kopi

Yang doyan ngopi, pasti udah bosan ‘diceramahin’ soal efek kafein. Tapi, kopi juga punya manfaat kesehatan loh. Misalnya…

Ditulis pada Berita FWD | Tinggalkan komentar

Veni, Vedi, Amavi

Veni, Vidi, Amavi

Ini nih yang terjadi setiap saya traveling ke tempat baru: ujung-ujungnya saya jatuh cinta dan berat hati mau pulang.

Kalo kamu gimana, ada nggak satu tempat yang kamu kunjungi dan berkesan banget, bikin kamu pengen balik lagi ke sana?

Ditulis pada Berita FWD | Tag , , | Tinggalkan komentar

Selamat Tahun Baru 2018

Selamat Tahun Baru 2018!! Setelah kita lewati tahun 2017, sekarang kita mulai memasuki tahun yang baru. Apa yang sudah lewat, jadikanlah sebagai sebuah pelajaran dan pengalaman untuk dapat melalui tahun 2018.

Terimakasih kepada semua pembaca situs ini, mudah-mudahan tulisan disini bermanfaat untuk teman-teman semua. Dan semua teman-teman disini dapat sukses di tahun 2018.

Ditulis pada Berita FWD | Tag , , | Tinggalkan komentar

Sakit Kritis, Berpotensi Menjadi Beban Finansial

Istilah “Sehat Itu Mahal” ternyata benar adanya, pasalnya banyak kejadian yang menjadikan seseorang bahkan sekeluarga memiliki beban finansial karena biaya pengobatan yang mahal. Terlebih bagi penyakit-penyakit kritis yang dialami. Tahukah anda berapa perkiraan biaya berobat sakit kritis?

Kisah keluarga Widyanarto (44) mungkin bisa dijadikan gambaran betapa pentingnya pengelolaan keuangan agar tidak menjadikan beban finansial bagi kita. Suatu kali ibu mereka divonis terkena kanker payudara stadium akhir. Untuk mengobatinya, diperlukan operasi pengangkatan payudara hingga perawatan pasca operasi seperti kemoterapi dan pemberian obat tertentu. Untuk semua biaya perawatan dua tahun sejak divonis, keluarga mereka harus menjual properti keluarga. Bukan hanya itu, pesangon sang ayah yang tadinya bisa digunakan untuk masa pensiunpun juga akhirnya sebagian besar dipakai untuk membayar perawatan sang ibu.

Menurut Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Djuwita Anfasa Moeloek (Era SBY), beban pembiayaan penyakit kritis memanglah sangat besar. Dari periode Januari hingga Juni 2014 saja, jika dihitung dari klaim program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), jumlahnya mencapai Rp 5,27 triliun. Itu pun belum termasuk mereka yang dirawat tanpa menggunakan fasilitas asuransi dari BPJS Kesehatan.

Tidak berhenti sampai disini, bahkan menurut perkiraan Forum Ekonomi Dunia (WEF), penyakit tidak menular yang berpotensi berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia pada periode 2012 hingga 2030 mencapai US$ 4,47 triliun atau sekitar Rp 58 ribu triliun (kurs 1 dolar = Rp13 ribu) saat ini. Artinya beban finasial terhadap penyaki-penyakit kritis bukan hanya dialami oleh pribadi, namun juga Negara. Oleh karna itu perlu dan pentingnya penanganan khusus atas peristiwa ini. Lalu jenis-jenis penyakit apa saja yang bisa berpotensi menjadi beban keuangan?

Berikut data yang disampaikan Menkes RI disela-sela Sidang Kesehatan Dunia Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

1. Penyakit jantung
Jantung merupakan salah satu penyakit kritis yang dapat menghabiskan dana senilai triliunan rupiah, karena organ ini pula merupakan organ utama yang ada dalam tubuh manusia. Dilansir dalam periode Januari – Juni 2014, terjadi 232.010 kasus yang menghabiskan dana Rp 1,82 triliun. Beberapa masalah yang sering terjadi adalah adanya penyumbatan aliran darah ke jantung. Untuk itu ada beberapa jenis perawatan yang biasa dilakukan, baik dengan operasi bypass (memberikan saluran baru ke jantung) atau pemasangan ring (memberikan semacam cincin untuk membuka saluran yang tersumbat).

2. Stroke
Pada peringkat kedua penyakit yang mendatangkan beban finansial tertinggi adalah stroke. Pada periode yang sama, pasien yang ditangani sejumlah 172.303 dengan biaya perawatan mencapai Rp 794,08 miliar. Penyakit yang juga sering disebut sebagai penyakit tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak ini perlu perawatan yang intensif karena berhubungan dengan otak. Tak jarang penderitanya akan mengalami cacat seumur hidup. Hal inilah yang menjadikan stroke sebagai penyakit kritis yang membutuhkan biaya pengobatan yang mahal.

3. Ginjal
Penyakit kritis lain yang juga menghabiskan banyak biaya adalah penyakit ginjal. Menurut Menkes, biaya yang dikeluarkan untuk menanganinya mencapai angka 138.779 pasien ginjal dengan biaya sebesar Rp 750 miliar. Pengobatannya bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cuci darah rutin, operasi untuk mengangkat batu ginjal, hingga cangkok ginjal.

4. Diabetes
Penyakit yang dikenal berhubungan dengan gula ini juga merupakan penyakit yang mengerikan karena cukup banyak meregang nyawa bagi penderitanya. Menurut Menkes jenis penyakit ini menghabiskan dana sebesar Rp 313,64 miliar untuk menangani

70.584 pasien data sepanjang Januari – Juni 2014. Penderita diabetes harus punya disiplin tinggi untuk mengontrol gula darah. Semakin tinggi kadar gula penyandang diabetes, maka akan semakin tinggi sejumlah penyakit komplikasi yang mungkin menyertai, seperti stroke, jantung, dan ginjal.

5. Kanker
Penyakit kanker juga termasuk penyakit yang mendatangkan beban keuangan, bukan hanya mengerikan penyakitnya namun mengerikan pula biaya pengobatan. Jumlahnya mencapai Rp 313,09 miliar untuk merawat 56.033 pasien. Ada beragam jenis kanker yang menyerang. Mulai dari kanker otak, laring, paru-paru, payudara, serviks, dan lainnya.

Oleh sebab itu, salah satu perawatan yang diberikan bagi pasien yang terserang kanker yaitu dengan menjalani terapi kemo (diberi obat suntik untuk melemahkan kanker) hingga operasi pengangkatan kanker pada bagian tubuh yang terserang.

Sebaiknya agar terhindar dari jenis-jenis sakit tersebut anda bisa berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan sejak dini sesuai dengan istilah “Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati”. Salah satu upaya pencegahannya menurut Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany diantaranya adalah dengan tidak merokok dan menjaga pola hidup. Sebab rokok merupakan faktor risiko yang menyebabkan aneka penyakit kritis seperti jantung, stroke, hingga kanker.

Dan agar terhindar dari risiko beban finansial atas jenis sakit kritis yang mungkin menghampiri keluarga, sebaiknya Anda mempersiapkan proteksi seperti dana darurat untuk kesehatan atau memiliki asuransi sakit kritis dan kesehatan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Mau tahu Asuransi Kesehatan yang lengkap ? silahkan klik di SINI

Ditulis pada Asuransi Kesehatan | Tag , , | Tinggalkan komentar

Syarat Penyakit Kritis (CI) Bisa Klaim | Seri 3

Ini adalah lanjutan dari Syarat Penyakit Kritis (CI) Bisa Klaim | Seri 2

Kebutaan
Kehilangan fungsi penglihatan dari kedua mata yang total dan tidak dapat disembuhkan sebagai akibat dari rusaknya sistem saraf penglihatan karena penyakit atau Kecelakaan.

Diagnosa harus ditegakkan oleh Dokter Spesialis Mata (opthalmologist).

Luka Bakar
Luka bakar derajat tiga (Seluruh lapisan Kulit) minimum 20% (dua puluh persen) dari luas permukaan tubuh Tertanggung dengan mengacu pada pedoman The Rule of Nines atau tabel Lund and Browder Body Surface.

HIV yang Didapatkan melalui Transfusi Darah dan Pekerjaan

1.Tertanggung terinfeksi oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) melalui transfusi darah dengan kondisi sebagai berikut :

  1. Transfusi darah atas indikasi medis dan diberikan sebagai bagian dari pengobatan.
  2. Transfusi darah dilakukan di Indonesia setelah tanggal berlakunya Asuransi Tambahan Critical Illness, atau tanggal pemulihan Polis, yang mana yang terjadi paling akhir.
  3. Sumber infeksi dipastikan berasal dari lembaga yang menyelenggarakan transfusi darah dan lembaga tersebut dapat melacak asal dari darah yang terinfeksi HIV tersebut, dan
  4. Tertanggung bukan merupakan penderita Thalassaemia major atau Haemophilia.

2.Infeksi Human  Immunodeficiency Virus (HIV) didapatkan dari suatu kecelakaan akibat dari pekerjaannya yang terjadi setelah tanggal berlakunya Asuransi Tambahan Critical Illness, atau tanggal pemulihan Polis, yang mana yang terjadi paling akhir, selama Tertanggung melaksanakan tanggung jawab profesi yang normal dari pekerjaannya di Indonesia, dengan mengikuti  bukti dan ketentuan yang ada di perusahaan sebagai berikut:

  1. Infeksi HIV yang timbul dikarenakan kecelakaan akibat dari pekerjaannya tersebut harus dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal kecelakaan terjadi, dan
  2. Bukti bahwa kecelakaan akibat dari pekerjaannya tersebut adalah penyebab timbulnya infeksi HIV, dan
  3. Bukti bahwa sero-conversion dari HIV negatif menjadi HIV positif terjadi dalam waktu 180 (seratus delapan puluh) hari setelah kecelakaan terjadi. Bukti ini harus dilengkapi dengan melakukan test antibodi HIV negatif dalam waktu 5 (lima) hari sejak tanggal kecelakaan akibat dari pekerjaannya.
  4. Infeksi HIV yang disebabkan oleh penyebab lain termasuk kegiatan seksual dan penggunaan obat-obatan secara Intavena dikecualikan dari penyakit ini.

Manfaat ini hanya berlaku jika pekerjaan Tertanggung adalah Tenaga Medis, pelajar Tenaga Medis, perawat  berijazah,  teknisi  laboratorium, dokter gigi, paramedis, yang bekerja di pusat kesehatan atau  klinik (di Indonesia).

Manfaatini tidak berlaku apabila telah dilakukan pengobatan medis untuk mengobati AIDS atau untuk mengobati dampak dari infeksi virus HIV, atau penatalaksanaan untuk mencegah terjadinya AIDS. Pengobatan yang dimaksud adalah pengobatan yang membuat HIV tidak aktif dan tidak menyebabkan infeksi.

Terminal Illness
Dalam kondisi penyakit atau stadium akhir yang diderita Tertanggung berdasarkan diagnosis dari Dokter pemeriksa    serta hal tersebut telah disetujui oleh Dokter Kami bahwa harapan hidup Tertanggung kurang dari 12 (dua belas) bulan.

Skleroderma progresif
Suatu penyakit pembuluh darah kolagen yang sistemik yang menyebabkan terjadinya fibrosis menyeluruh secara   progresif didalam kulit, pembuluh darah dan organ-organ tubuh yang lain. Diagnosa penyakit ini harus didukung oleh biopsi dan bukti pendukung hasil serologi dan penyakit ini harus sesuai dengan proporsi sistemik yang berhubungan dengan jantung, paru-paru dan ginjal.

Pengecualian untuk penyakit ini adalah:

  1. Skleroderma lokal (skleroderma yang linear atau morphea)
  2. Eosinophilic Fascitis; dan
  3. Sindroma CREST

Hilangnya kemandirian hidup
Hilangnya kemandirian hidup dimana terjadi Ketidakmampuan permanen untuk melakukan 3 (tiga) dari 5 (lima) Aktivitas Hidup Sehari-hari dengan atau tanpa alat pendukung, alat khusus atau alat bantu lain, yang terjadi selama 6 (enam) bulan berturut-turut.

Hilangnya kemandirian hidup ini harus dikonfirmasi oleh Dokter Spesialis.

Kematian selaput otot atau jaringan (gangrene)

  1. Gejala-gejala klinis yang memenuhi  kriteria diagnostik  untuk  kematian selaput otot atau jaringan;
  2. Infeksi bakteri spesifik; dan
  3. Kerusakan otot yang luas yang menyebabkan kehilangan fungsi yang total dan tetap yang mengenai 2 atau lebih anggota gerak minimum sebatas pergelangan kaki/ tangan atau mengenai 1 anggota gerak minimum sebatas lutut/ siku.

Diagnosa harus ditegakkan oleh Dokter Spesialis.

Rheumatoid Arthritis Berat
Rheumatoid arthritis kronis sebagai akibat gangguan autoimun yang didiagnosa oleh Dokter Spesialis Rematologi dan Imunologi. Karakteristik dari penyakit ini adalah harus memenuhi semua kriteria:

  1. Berdasarkan diagnosa dari American College of Rheumatology, dan
  2. Kerusakan dan kelainan bentuk paling sedikit 3 (tiga) dari sendi-sendi berikut ini: sendi tangan interphalangeal, sendi pergelangan tangan, siku, lutut, persendian pinggul, pergelangan kaki, tulang leher atau sendi kaki interphalangeal. Semua gejala yang timbul harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan klinis dan studi Imaging yang memperlihatkan adanya perubahan tersebut, dan
  3. Ketidakmampuan fisik menyebabkan Ketidakmampuan melakukan 3 (tiga) dari 5 (lima) Aktivitas Hidup Sehari-hari tanpa bantuan orang lain secara terus menerus selama periode minimum 6 (enam) bulan.

Lupus Eritomatosus Sistemik ( Systemic Lupus Erythematosus)
Penyakit autoimun yang multisistem dan multifaktor yang ditandai oleh perkembangan auto antibodi untuk menyerang berbagai organ tubuh.

Jenis Lupus Eritomatosus Sistemik yang ditanggung adalah jenis-jenis Lupus Erimatosus Sistemik yang melibatkan ginjal (Lupus Nefritis Kelas III, IV dan V), yang dipastikan dengan biopsi ginjal, dan sesuai dengan klasifikasi WHO di bawah ini:

Kelas III : Focal Segmental Proliverative Lupus Glomerulonephritis

Kelas IV: Diffuse Proliverative Lupus Gromerulonephritis

Kelas V : Membranous Lupus Gromerulonephriris.

Diagnosa ditegakkan oleh Dokter Spesialis Rematologi dan Imunologi.

Jenis Lupus diskoid dan jenis-jenis  yang melibatkan persendian serta sistem hematologi tidak termasuk dalam kriteria ini.

Ditulis pada Asuransi | Tag , | Tinggalkan komentar

Syarat Penyakit Kritis (CI) Bisa Klaim | Seri 2

Ini adalah lanjutan dari seri Penyakit Kritis dari sebelumnya.

Penyakit Alzheimer
Kriteria yang harus dipenuhi:

  1. Kemunduran atau hilangnya kemampuan intelektual atau tingkah laku yang tidak normal yang dibuktikan melalui evaluasi klinis, kuesioner / tes standar yang dapat diterima mengenai Penyakit Alzheimer dan teknik Imaging.
  2. Gangguan otak organik degeneratif yang tidak dapat pulih kembali, yang mengakibatkan penurunan fungsi mental dan sosial yang nyata,  dan
  3. Diperlukan pengawasan terus-menerus terhadap Tertanggung.

Diagnosa harus secara klinis ditegakkan oleh Dokter Spesialis yang sesuai.

Penyakit Motor Neuron
Diagnosa yang pasti tanpa keraguan mengenai Penyakit Motor Neuron yang disebabkan degenerasi progresif  pada batang  otak dan Anterior horn cells atau neuron bulbar efferent termasuk Spinal Muscular Atrophy, Progressive Bulbar Palsy, Amyotrophic Lateral Sclerosis dan Primary Lateral Sclerosis.

Diagnosa ditegakkan oleh Dokter Spesialis Saraf, disertai bukti bahwa penyakit berjalan progesif dan mengakibatkan defisit neurologis yang permanen.

Multiple Sclerosis
Penyakit yang menyebabkan demilelinisasi otak dan sumsum tulang

Diagnosa ditegakkan oleh Dokter Spesialis saraf yang menegaskan kombinasi:

  1. Gejala-gejala yang mengarah pada serabut-serabut (substansi putih) yang meliputi saraf optik, batang otak, dan sumsum tulang belakang, yang mengakibatkan defisit neurologis berupa gangguan koordinasi/ fungsi sensorik motorik dan atau gangguan emosi yang berlangsung minimum selama 6 (enam) bulan,dan
  2. Terdapat satu atau lebih episode gangguan-gangguan neurologis yang melibatkan berbagai kombinasi defisit neurologis.

Kerusakan system Saraf yang disebabkan oleh penyebab lain seperti SLE dan HIV dikecualikan dari penyakit ini.

Distrofi Muskular ( Muscular Dystrophy)
Kumpulan dari penyakit degenerasi otot karena kelainan genetik yang menyebabkan kelemahan atau atrofi (penyusutan) otot. Diagnosa harus ditegakkan secara pasti oleh Dokter Spesialis Saraf, dan bukti tersebut harus didasarkan atas kriteria:

  1. Penilaian aktivitas sehari-hari yang menunjukkan Ketidakmampuan Tertanggung untuk melakukan minimum  3 (tiga) dari 5 (lima) Aktivitas Hidup Sehari-hari dengan atau tanpa bantuan yang berlangsung minimum selama 6 (enam) bulan,
  2. Riwayat keluarga Tertanggung, dan
  3. Gambaran Elektromiogram yang khas atau hasil biopsi otot.

Kelumpuhan
Hilangnya secara total dan permanen atas fungsi dua atau lebih anggota gerak sebagai akibat Kecelakaan, atau kelaian dari saraf tulang belakang, yang berlangsung terus menerus selama minimum 6 ( enam) minggu.

Diagnosa harus ditegakkan oleh Dokter Spesialis Saraf.

Kerusakan sistem saraf yang disebabkan oleh penyebab lain seperti SLE dan HIV dikecualikan dari penyakit ini.

Poliomyelitis

  1. Adanya infeksi virus Polio yang menyebabkan kelumpuhan/gangguan fungsi motorik dan atau pernapasan, dan
  2. Ketidakmampuan untuk melakukan 3 (tiga) dari 5 (lima) Aktivitas Hidup Sehari-hari secara terus menerus selama minimum 3 (tiga) bulan.

Terputusnya akar-akar Saraf Plexus Brachialis

Kehilangan fungsi sensorik yang menetap dan menyeluruh dari anggota gerak atas yang disebabkan oleh terputusnya 2 (dua) atau lebih akar Saraf plexus brachialis diakibatkan kecelakaan atau luka. Luka yang menyeluruh dari 2 (dua) atau lebih akar Saraf harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan elektrodiagnostik yang dilakukan oleh Dokter Spesialis Saraf.

Penyakit Kaki Gajah Kronis
Penyakit kaki gajah kronis dengan karakteristik:

  1. Pembengkakan yang berat dan menetap mulai dari lengan dan kaki atau bagian tubuh lain yang diakibatkan oleh penyumbatan kelenjar Limfe, dan
  2. Ditemukan adanya infeksi microfilaria dari hasil pemeriksaan laboratorium.

Pengecualian :

Lymphatic obstruction (penyumbatan kelenjar limfe) disebabkan oleh penyakit akibat:

  1. hubungan seksual,
  2. kanker,
  3. luka,
  4. bekas luka operasi,
  5. radiasi,
  6. gagal jantung atau
  7. kelainan

 Operasi scoliosis idiopatik
Operasi scoliosis idiopatik (yang tidak diketahui penyebabnya) dimana dilakukan dengan operasi spinal untuk mengkoreksi curvatura tulang belakang yang tidak normal kembali kebentuk normal (berbentuk garis lurus yang tampak dari punggung).

Yang dimaksud kondisi scoliosis ini adalah posisi curva tulang belakang melebihi 40 derajat sudut cobb.

Kanker
Penyakit yang ditandai dengan adanya tumor ganas akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan menyebarnya sel tumor ganas serta invasi ke jaringan.

Diagnosa harus ditegakkan berdasarkan pemeriksaan jaringan (histopatologi) dan dikonfirmasi oleh Dokter Spesialis Onkologi atau Patologi.

Penyakit-penyakit yang dikecualikan dari kriteria ini adalah:

  1. Semua tumor kulit selain Melanoma Malignum,
  2. Carsinoma Insitu dan tumor yang secara histologi mengambarkan prekanker atau tidak invasif, termasuk tapi tidak terbatas pada Karsinoma In Situ payudara, Cervical Dysplasia  dengan tingkatan CIN1, CIN 2 dan CIN 3
  3. Hyperkeratoses, basal cell and squamous skin cancer, dan melanoma dengan ketebalan yang kurang dari 1,5 mm Breslow, atau kurang dari Clark Level 3 kecuali ada bukti yang menunjukan adanya  penyebaran,
  4. Kanker kelenjar prostat yang secara histopatologi digambarkan dalam klasifikasi TNM sebagai T1a atau T1b atau kanker kelenjar prostat berdasarkan klasifikasi Lesser atau klasifikasi lain dengan tingkatan yang setara, Papillary microcarcinoma kelenjar thyroid dengan diameter kurang dari 1 cm dan tingkat klasifikasi T1N0M0, Papillary microcarsinoma kantung kemih, dan Chronic Lymphocytic Leukemia kurang dari RAI stage 3; dan
  5. Semua tumor yang disebabkan karena infeksi HIV.

Anemia Aplastik

Gagalnya fungsi sumsum tulang yang kronis dan persisten yang mengakibatkan anemia, neutropenia dan trombositopenia yang memerlukan sedikitnya salah satu perawatan di bawah ini:

  1. Transfusi darah, atau
  2. Obat penstimulasi sumsum tulang, atau
  3. Obat immunosupresif, atau
  4. Transplantasi sumsum tulang.

Diagnosa harus ditegakkan oleh Dokter Spesialis berdasarkan hasil biopsi sumsum tulang.

Hepatitis Viral Fulminan
Kematian jaringan ( nekrosis) hati yang submasif sampai masif (total) akibat Virus Hepatitis yang mengarah pada percepatan timbulnya kegagalan fungsi hati.

Kriteria diagnostik yang harus ada:

  1. Penciutan ukuran hati secara cepat,
  2. Kematian jaringan (nekrosis) hati meliputi hampir seluruh lobus hati dan hanya menyisakan kerangka retikuler yang rusak,
  3. Tes fungsi hati yang memperlihatkan adanya kerusakan parenchim hati yang cepat dan massif,
  4. Bagian tubuh yang semakin nyata berwarna kuning (ikterik), dan
  5. Hepatic ensefalopati.

Penyakit Hati Kronis

Penyakit hati tahap akhir yang ditandai dengan semua hal berikut:

  1. Seluruh bagian tubuh yang semakin berwarna kuning (ikterik),
  2. Ascites, dan
  3. Hepatic ensefalopati

Pankreatitis Menahun yang Berulang
Pankreatitis menahun yang berulang sebagai akibat dari kerusakan pankreas yang berat dan progresif, dimana kondisi ini disebabkan oleh:

  1. Pankreatitis akut yang terjadi berulang selama 2 tahun berturut-turut,
  2. Penumpukan kalsium yang merata di pankreas yang dibuktikan dengan hasil pemeriksaan imaging, dan
  3. Kegagalan fungsi pankreas yang menahun dan berlangsung terus menerus yang menyebabkan gangguan penyerapan di usus (lemak berlebih dalam feces) atau penyakit kencing manis.

 Colitis Ulcerative Berat / Cronh’s disease
Penyakit yang ditandai dengan karakteristik memenuhi minimum 2 (dua) kriteria dari ketentuan di bawah ini:

  1. Pengangkatan total usus besar ,
  2. Pengangkatan sebagian atau beberapa bagian dari usus dengan beberapa kali pembedahan yang berbeda,
  3. Ascending sclerosing cholangitis sebagai penyakit penyerta dengan penyakit ini,
  4. Hepatitis aktif kronis autoimmune dan sirosis yang dibuktikan dengan pemeriksaan patologi,
  5. Karsinoma in situ usus besar.

Gagal Ginjal
Gagal ginjal tahap akhir, yang ditandai dengan kegagalan berfungsinya kedua ginjal yang kronis dan tidak dapat dipulihkan kembali, sehingga memerlukan cuci darah (dialisi) yang permanen atau transplantasi ginjal.

Diagnosis ditegakkan oleh Dokter Spesialis Ginjal ( Nephrolog) atau dokter spesialis yang sesuai.

Penyakit Kista Medullary
Penyakit ginjal yang progresif herediter dikarakteristikan dengan adanya kista pada medulla, atrofi tubular dan fibrosisintersisial dengan manifestasi berupa anemia, poliuria (banyak mengeluarkan air seni) dan kehilangan sodium melalui ginjal, kemudian berkembang menjadi gagal ginjal yang kronis. Diagnosis ini harus didukung dengan hasil biopsi ginjal.

Transplantasi Organ Vital Tubuh
Mengalami operasi sebagai penerima transplantasi dari:

  1. Sumsum tulang manusia (haematopoitic stem cells) yang didahului oleh ablasi total sumsum tulang; atau
  2. Satu dari organ-organ manusia yaitu: ginjal, jantung, hati, paru-paru, atau pankreas, sebagai akibat dari kegagalan tahap akhir dari fungsi organ tersebut.

Transplantasi sel induk (Stem Cell) lain dikecualikan dari kriteria ini.

Bisu (Kehilangan Kemampuan Bicara)
Kehilanganfungsi berbicara secaratotal dan tidak bisa disembuhkan sebagai akibat dari kecelakaan atau penyakit            pada pita suara.

Ketidakmampuan berbicara ini harus berlangsung secara terus menerus selama kurun waktu 12 (dua belas) bulan. Diagnosa ditegakkan dengan bukti-bukti pendukung dari Dokter Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT).

Tuli (Hilangnya fungsi Indra pendengaran)
Kehilangan fungsi pendengaran pada kedua belah telinga secara total dan tidak dapat disembuhkan sebagai akibat dari sakit atau Kecelakaan.

Diagnosa ditegakkan oleh Dokter Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT) dan didukung oleh hasil audiometri dan uji pendengaran yang disertifikasi oleh Dokter Spesialis THT dimana Tertanggung memiliki ambang dengar di atas 90 (sembilan puluh) desibel.

Baca lanjutannya di SINI

Ditulis pada Asuransi | Tag , | Tinggalkan komentar