Belajar Asuransi Syariah

Asuransi Syariah

Banyak jenis dari Asuransi Syariah, ada asuransi umum dan ada juga Asuransi Jiwa Syariah. Dalam tulisan ini kita persempit pembicaraan hanya mengenai Asuransi Jiwa Syariah saja. Sebagai perwujudan kasih sayang kepada keluarga, banyak cara yang dapat dilakukan oleh orang, salah satunya adalah memberikan perlindungan berupa asuransi. Banyak asuransi di luar sana, tetapi saat ini Asuransi Jiwa Syariah memberikan pilihan yang cukup menarik untuk dilihat.

Apa itu asuransi Jiwa syariah?

Asuransi Jiwa Syariah adalah produk asuransi jiwa yang dibuat dan diterbitkan dengan menggunakan ketentuan yang syariah.

Asuransi Syariah ini mengutamakan prinsip berbagi resiko. Jadi dana nasabah yang biasa disebut dengan Cost of Insurance (bukan premi) ditaruh diluar perusahaan asuransi jiwa. Dana kontribusi ini dibayarkan secara hibah ke dalam kumpulan dana atau pool of fund yang disebut sebagai dana tabaru. Sementara perusahaan Asuransi hanya bertindak sebagai penyelenggara akan mendapat dana bagi hasil dari pengelolaan Pool of Fund ini.

Ketika salah satu peserta mengalami resiko, maka seluruh peserta lain akan turut membantu secara finansial, di mana klaim yang sesuai syarat dan ketentuan polis akan dibayarkan dari dana tabarru ini.

Produk-produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi atau biasa disebut unit link sangat populer saat ini. Karena produk ini selain tersedia perlindungan jiwa juga ada manfaat investasinya, dan yang menarik produk semacam ini sangat fleksibel, bisa di tambah kapan saja, bisa diambil kapan saja, bisa dipindah-pindah investasinya dan lain-lain. Selain itu di model syariah pengelolaan semuanya termasuk investasi diawasi dengan ketat oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Sehingga investasinya juga relatif stabil. Dengan terlibatnya MUI maka semakin jelaslah bagaimana Hukum Asuransi Jiwa dalam Islam.

Manfaat asuransi syariah

Produk asuransi jiwa syari’ah merupakan sebuah pilihan yang menarik bagi warga muslim yang ingin menabung model investasi yang dikelola secara Syari’ah. Tetapi sebetulnya yang memilih produk semacam ini cukup beragam, tidak hanya kaum Muslim saja, malah apa dilakukan Sharia Landscape Survey pada tahun 2016 yang dilakukan Nielsen di Indonesia, terdapat sekitar 7% peminat asuransi jiwa syari’ah dari kalangan non muslim. Mungkin sekarang terus bertambah seiiring dengan meningkatnya kwalitas produk-produk ini.

Dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya, asuransi jiwa syariah semakin diminati di Indonesia. Hal ini terbukti dengan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AASI) Kuartal II 2016, terdapat peningkatan asset dan total investasi asuransi jiwa syariah di Indonesia sebesar 26%.

Produk ini dapat dimanfaatkan untuk banyak hal, seperti:

  1. Tabungan Pendidikan,
  2. Tabungan Haji dan Umroh,
  3. Program ASKES (Asuransi Kesehatan),
  4. Income Protection,
  5. Tabungan Pensiun,
  6. Perlindungan Penyakit Kritis dll.
 
Dari begitu banyak banya dalam daftar perusahaan berbasis syariah, salah satunya adalah FWD Life Syariah dan mereka baru mengeluarkan sebuah produk baru yang sangat menarik yaitu FWD Bebas Ikhtiar. FWD Indonesia adalah perusahaan patungan antara Indonesia dengan Hongkong. 
Tulisan ini dipublikasikan di Asuransi Syariah dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *