Kenapa berinvestasi di Unit Link

Unit Link

Gambar : Kompasiana

Unit Link lahir dunia asuransi dengan banyak macam jenisnya, produk ini disayang sekaligus dibenci sehingga lahir pro kontra di banyak tempat. Tetapi sebagai praktisi saya yakin bahwa setiap produk yang dilahirkan didunia ini selalu memiliki manfaat, hanya masalahnya ketika seseorang membeli produk ini apakah sesuai dengan apa yang dia bayangkan atau tidak.

Sebetulnya yang sering membuat pro dan kontra dari produk ini adalah yang pertama banyaknya agent yang memasarkan produk ini tidak terlalu menguasai produk secara detil, dan yang kedua adalah umumnya karena kurangnya edukasi di masyarakat mengenai investasi yang membuat masyarakat menjadi terlalu percaya kepada para agent tanpa melakukan penelitian lagi.

Sekarang kita coba kupas mengenai produk unit link ini, sebuah produk asuransi yang dikombinasikan dengan investasi. Sebetulnya, produk asuransi yang digabung dengan model investasi sudah ada dari dahulu kala, hanya sifatnya lebih tertutup contoh produknya adalah Endowment (Biasa buat pendidikan anak, hari tua dan Investasi). Produk ini tertutup dan semua biaya tidak dibuka secara transparan, biasanya kentungan yang diberikan sangat kecil malah bisa dibawah bunga bank, karena memang investasi yang dilakukan hanya sebatas deposito bank.

Unit Link ini adalah sebuah produk Asuransi yang digabung dengan investasi tetapi sifatnya unbundled (terbuka), artinya semuanya transparan terutama berkaitan dengan biaya biaya. Berkaitan dengan modelnya, ada tiga jenis Unit Link, yaitu :

  1. Front End Loading, dimana biaya akuisisi dipotong di depan.
  2. Back End Loading, dimana biaya akuisisi dipotong di belakang ketika terjadi pengambilan.
  3. Hybrid, kombinasi dari kedua diatas.

Dan biaya-biaya yang ada didalam produk ini adalah :

  1. Akuisisi
  2. Biaya Pemeliharaan
  3. Biaya Administrasi (COA)
  4. Biaya Asuransi Dasar (COI)
  5. Biaya Asuransi Tambahan (COR)
  6. Biaya Pengambilan
  7. Biaya Top Up

Biaya ini terlihat sangat banyak, tetapi sebetulnya biaya ini terlihat besar karena pada produk ini semua transparan, investasi naik turun pun menjadi resiko dari Nasabah, tetapi kalau untung besar pun tetap menjadi keuntungan nasabah.

Kebanyakan orang yang kontra Unit Link selalu mengatakan bahwa unit link tidak cocok menjadi investasi karena banyaknya biaya yang dibebankan kepada produk ini. Sehingga investasi menjadi tidak cocok di tawarkan dalam produk ini.

Tetapi kita coba lihat dari sisi lain, yang pertama adalah janganlah taruh telor dalam satu keranjang, karena kalau keranjangnya jatuh maka telor akan pecah semua artinya kalau kita investasi, jangan di taruh dalam satu tempat, supaya kalau tempatnya jatuh maka uang kita tidak hilang semua. Kalau kita lihat prinsip ini, harusnya Unit Link adalah salah satu tempat yang cocok buat menyebar investasi kita. Ini kalau dilihat sebagai fungsi.

Kelebihan-kelebihan Unit Link

1.Sisi Proteksi

Dari sisi proteksi ada beberapa produk tambahan yang tidak dimiliki oleh produk manapun yang ada di dunia, waiver series, produk ini sangat unik, karena apabila terjadi resiko maka perusahaan asuransi membayarkan premi sampai jangka waktu tertentu, sehingga investasi terus berkembang.

Selain itu, karena produk ini semua biaya dipotong dari Nilai Investasi, bukan dari premi sehingga apabila kita mengalami lupa bayar, perlindungan tetap berjalan. Coba bayangkan kalau kita membeli asuransi murni, ketika lupa maka polis langsung berhenti.

Dan perlindungan program-program Unit Link sangat panjang bahkan ada yang mencapai 100 tahun, ini membuat produk ini memiliki keunikan tersendiri.

2.Sisi Investasi

Produk ini menggunakan Investasi melalui produk REKSADANA, jadi kalau ada yang mengatakan bahwa investasi ini memberikan imbal hasil lebih baik tentunya kurang tepat, karena adanya biaya-biaya lain yang dipungut dalam produk ini. Tetapi bukannya dengan adanya produk ini membuat produk ini menjadi buruk, karena tambahan biaya itu justru membuat produk investasi ini semakin menarik.

Misalnya ketika kita sedang berinvestasi dan kemudian terkena penyakit kritis, maka pada investasi ini yang terjadi kewajiban berinvestasi berhenti dan premi akan dibayarkan oleh perusahaan, sehingga walaupun kita tidak membayar tetapi investasi tetap berkembang.

Jadi bisa kelihatan kelebihan berinvestasi di Unit Link adalah ketika terjadi resiko investasi tetap berkembang, tetapi kalau di reksadana yang terjadi malah investasi bisa menyusut karena tidak dibayar lagi bahkan cenderung diambil.

Selain itu, pada produk-produk unit link sedikit berbeda pada produk reksadana, dimana pada Unit Link switching biasanya GRATIS, sementara pada reksadana perlu jual dan beli lagi, sehingga bisa saja tekena biaya.

Dan karena umumnya produk ini dijual secara premi berkala, sehingga produk ini sudah mengalami proses cost averaging yaitu sebuah proses untuk memperkecil resiko dengan sistem pembelian secara berkala dan rutin, sehingga apabila ada penurunan investasi kita akan mendapat keuntungan dari pembelian unit yang menjadi lebih banyak.

3. Dari sisi Fleksibelitas

Karena kombinasi Investasi dan Proteksi yang unik membuat produk ini menjadi sangat fleksibel, bayangkan kita bisa melakukan banyak hal hanya dengan satu program ini, yaitu :

  1. Bisa buat Perencanaan Pendidikan Anak
  2. Bisa buat Perencanaan Hari Tua
  3. Perlindungan Penyakit Kritis dan Kesehatan
  4. Protection Income
  5. Perencanaan Haji

Selain itu dengan fasilitas cuti preminya, produk ini bisa dibuat berhenti kapan saja dan menjalankannya kapan juga. Selain itu premi, Uang Pertanggungan, dan masa bayar, dapat dirubah kapan pun, sementara produk tambahannya (rider) bisa ditambahkan dan dikurangi kapan pun.

Hal diatas membuat asuransi ini menjadi sangat fleksibel dan menarik.

Sementara kekurangan program Unit Link adalah :

Karena banyaknya biaya pada awal-awal polis berjalan maka program ini hanya bagus dibeli buat jangka panjang. Sehingga kalau ada agent yang menawarkan untuk investasi jangka menengah bahkan pendek kita harus waspada, karena kemungkinan akan terjadi missselling.

Proteksi Unit Link ini juga semakin efektif kalau dibeli untuk jangka panjang, karena semakin panjang jangka waktunya maka resikonya akan semakin tinggi. Jadi kalau kita gunakan buat jangka pendek memang produk ini menjadi tidak efektif.

Nah, sekarang teman-teman tinggal menganalisa nih, lebih suka beli produk yang praktis atau yang sedikit repot, dengan menggabungkan unsur Investasi dan proteksi membuat produk unit link ini menjadi sangat praktis dibanding kita membeli produk terpisah-pisah. Seperti kita membeli Shampo, lebih suka yang udah 3 in 1 atau yang terpisah-pisah. Tentunya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, jadi sebaiknya para pro dan kontra tidak usah lah buat saling menjatuhkan satu sama lain. Karena tetap saja sebuah produk sangat berkaitan dengan karakter pembelinya. Selamat belajar.

Penulis : Dito, profil bisa dilihat di SINI.

Mau tahu ilustrasi unit link, silahkan pilih dan isi data di SINI.

This entry was posted in Asuransi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *