Resiko Pemusik Yang Tidak Terjaga

Resiko Pemusik

Djarumcoklat.com

Pemusik sekarang menjadi target dari banyak anak muda dalam meraih ke populeran. Ini terbukti dengan banyaknya acara-acara pencarian bakat yang selalu dipenuhi anak muda. Sepertinya semua resiko tidak ada artinya apabila dibandingkan dengan hasil yang akan bisa didapatkan secara financial. Resiko Pemusik ini dapat merubah segala-galanya dalam sekejap.

Disini saya akan membahas beberapa resiko yang mungkin terjadi pada seseorang musisi, tetapi saya tidak membahas kejadian yang diakibatkan musisi itu berbuat melanggar hukum.

Resiko pertama yang mungkin terjadi adalah faktor Kesehatan. Bayangkan seorang musisi, ketika berlatih seringkali memakan waktu yang sangat panjang, bahkan sampai bergadang dan seringkali dikelilingi asap rokok. Belum lagi banyak panggilan manggung yang bisa menghabiskan waktu hingga larut malam bahkan seringkali sampai pagi. Tentunya hal ini membuat daya tahan tubuh lama-lama melemah. Tentunya ini meningkatkan resiko datangnya penyakit. Dan bayangkan kalau resiko ini datang, berapa banyak peluang yang akan hilang dan tentunya akan menghabiskan banyak biaya. Lihat bagaimana Julia Perez menghabiskan begitu banyak uang buat pengobatannya. Ini adalah  resiko pemusik yang pertama.

Resiko kedua, Pada saat berada di atas panggung, coba lihat Lee Harvey yang tewas karena tersengat listrik ketika manggung dalam keadaan cuaca buruk, dia nggak sadar bahwa micnya terendam air. Irma Bule yang kerap membawa ular kobra ke atas panggung akhirnya menemui maut saat menginjak buntut ular yang dibawanya. Ularpun langsung mematuk Irma. Menolak untuk diberi penawar racun, ia pun meninggal setelah tampil. Inget nggak Katon Bagaskara diberitakan mengalami musibah terjatuh dari panggung konser Reuni Persahabatan 8 Bintang di Lapangan D, Senayan. Ty Longley meninggal ketika bermain live bersama bandnya, Great White. Klub malam tempat mereka main terbakar, ia berniat menyelamatkan gitarnya namun tak selamat. Dan masih banyak lagi. Bayangkan resiko ini terus membayangi di atas panggung dimanapun.

Resiko Ketiga, serangan dari para fans fanatik. Yang namanya fans kadang-kadang nggak bisa ditebak kemauannya, inget nggak bagaimana peristiwa John Lennon yang dibunuh penggemarnya. Tahu Justin Bieber kan dia juga pernah pengalami penyerangan di atas panggung dalam satu satu konser tour-nya di Dubai, Bieber sudah berada di penghujung acara ketika seorang fan pria berhasil menerobos keamanan, naik ke panggung dan “menyeruduk” Bieber tiba-tiba. “Pelukan buas” itu memang tidak melukai Bieber, namun mereka harus merelakan salah satu properti konser hancur karena insiden tersebut. Grand piano Bieber rusak tanpa disengaja saat security berusaha mengamankan penggemar yang tak terkontrol itu. Serangan ini bahkan dari hanya merusak properti sampai harus kehilangan nyawa. Bahkan di beberapa kejadian malah menjurus ke huru hara.

Resiko Keempat, Baru-baru ini kita dikejutkan dengan bunuh dirinya beberapa artis. Beberapa malah sedang dalam puncak ketenaran. Lihat baru-baru ini kita dikejutkan dengan bunuh dirinya Chris Cornell. Ada banyak lagi artis yang melakukan ini seperti Chester Bennington, lihat berita INI. Apabila terjadi hal seperti ini, berapa banyak potensial income yang hilang dan tentunya keluarga akan sangat terganggu, belum lagi dengan begitu banyak yang bergantung dengan musisi ini.

Resiko Kelima, kehilangan popularitas, bayak sekali musisi yang alami masa ketenaran tapi hilang dengan cepat. Sehingga seolah-olah sia-sia semua yang sudah diraihnya. misalnya Karir musisi senior Dione Warwick dipenuhi dengan prestasi yang cemerlang. Berbagai hits dan lima piala Grammy berhasil ditorehkannya selama 50 tahun berkarir di industri musik. Akan tetapi pada tahun 2013, penyanyi berusia 74 tahun ini pun melaporkan dirinya bangkrut secara hukum karena kesalahan dalam mengatur keuangan. Pemberitaan mengenai kebangkrutan Dione Warwick ini pun meluas. Ia bahkan dikabarkan hanya memiliki kekayaan sebesar US$ 1.000. Dan banyak lagi artis yang jatuh miskin karena kurangnya perencanaan.

Bayangkan, ini semua resiko pemusik, jika itu tanpa perlindungan yang memadai, tentunya akan banyak menghabiskan uang yang telah susah payah diraihnya. Yang harus kita pikirkan adalah berapa besar nilai ekonomi yang hilang apabila kondisi ini terjadi, karena apabila jiwa yang hilang maka sudah tidak mungkin bisa diganti, yang bisa diganti hanya dampak ekonominya. Solusi Asuransi Hidup adalah solusi terbaik untuk menjaga resiko pemusik yang mungkin bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Kelebihan dari asuransi hidup ini adalah :

  1. Bukan hanya produk dasar, tetapi produk tambahan (Rawat Inap RS, Asuransi Kecelakaan, Penyakit Kritis dll) melindungi bunuh diri atau percobaan bunuh diri yang gagal.
  2. Melindungi dari Huru hara.
  3. Melindungi Pilot/Penumpang pesawat non schedule flight.
  4. Melindungi awak kapal.
  5. Melindungi dari hobi-hobi resiko tinggi seperti terjun payung, diving, balap mobil dll
  6. Melindungi pekerjaan-pekerjaan keamanan sepert Satpam, Polisi, Tentara dan lain lain.
  7. Memiliki sedikit pengecualian (Less Exclusion)

Kelebihan ini tidak ditemukan di asuransi manapun didunia secara lengkap seperti ini, karena ini adalah kebijakan FWD Life untuk seluruh perusahaannya di dunia. Kalau mau tahu program-programnya silahkan klik di SINI.

This entry was posted in Asuransi. Bookmark the permalink.

One Response to Resiko Pemusik Yang Tidak Terjaga

  1. Pingback: Semakin banyak artis yang bunuh diri - Bang Dito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *